Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

**Lia

aku ingin katakan padamu, banyak lelaki yang mengilhami karyaku, namun satu hal......." aku ingin membunuh karya-karyaku "
Blog EntryJan 5, '09 8:24 AM
for everyone
NITE OFFROAD ADVENTURE NEW YEAR



Beradventure offroad memang sudah menjadi kewajiban suatu komunitas jip.Salah satunya Suzuki Jip Indonesia (SJI) Jogja mengadakan acara night offroad tahun baruan.Tak hanya anggota SJI Jogja saja, SJI Jakarta diwakili om Rudy,Cherokee Wrangler Community (CWC)/Jeep Program diwakili Gadjah, Ari dkk , Cartenz Adventure dan IOF Solo Agus, Taufik dkk ikut meramaikan acara. ”Kami sudah mempunyai jadwal untuk acara seperti ini, bahkan itu rutin sebagai acara bulanan.” Jelas Bambang anggota SJI Jogja yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana konvoi.
Sederet acara yg telah terlaksana sejak akhir Desember 2008 hingga awal Januari 2009. Sekarang SJI Jogja menggelar acara bertema ”Nite Offroad Adventure New Year 2009”. Kegiatan touring ini mengambil rute Hutan Bromo, Candi Sukuh dan Candi Cetho diwilayah Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
Keberangkatan menuju Hutan Bromo dibagi menjadi dua group. Group pertama berangkat pukul 13.30 yaitu Habil, Heni, Heru dan Andi. Mereka mendapat tugas untuk menyiapkan tempat dan pelaksanakan kegiatan di sana. Group kedua berkumpul 10 jip dengan merk suzuki di halaman PT.Bayu Indra Grafika Yogyakarta pukul 16.30. Tepat pukul 17.00 rombongan berangkat dan sebelumnya diadakan acara doa bersama. Memasuki Kota Klaten, bergabung 1 jip lagi, Sulis anggota SJI Jogja asal Purworejo ini yang telah menunggu di depan Candi Prambanan. Pukul 18.30 selepas istirahat dan sholat maghrib di pom bensin Pandan Simping, kesebelas jip ini bergerak membelah malam yang sempat diguyur hujan deras menuju Hutan Bromo. Tigapuluh menit kemudian tepat di pertigaan Pakis kami mengambil arah kanan yang menuju ke arah Bunderan Solo Baru.
Setelah tiba di Karang Pandan rombongan konvoi sempat terhenti sebentar untuk menunggu Jimny tunggangan Jendro yang mengalami salah rute alias kesasar. Sesampainya di Hutan Bromo, hawa dingin dan gelap mulai menyelimuti. Saat itu juga kami bertemu dengan rombongan dari CWC Jakarta, Solo dan Semarang dengan 20-an jip Cherokee dan Wrangler.

Setelah berhasil menelusuri trek bebatuan dan berlumpur sampailah ditempat camp site kira-kira pukul 21.30 .Kami menata jip masing-masing dan beristirahat sejenak. Saat itu hujan masih setia mengguyur dengan derasnya. Meskipun hujan tetap menyenangkan. Canda tawa menemani saat acara break. Pukul 22.00 rombongan SJI bersama CWC dan beberapa rekan di IOF Solo bergerak untuk menikmati trek light offroad Hutan Bromo yang dikomando Taufiq dari IOF Solo. ”Silakan kalau ada yang mau ikutan trek light offroad, maaf saya tidak ikutan , mau nyiapin acara api unggun ,” kata Lia yang begitu eksis berkiprah di dunia otomotif selaku ketua panitia yang sudah membangun ESCUDO-nya menjadi 4x4. Selanjutnya kurang lebih 30-an jip berbagai merk berangkat menembus pekatnya Hutan Bromo. Sayangnya dari salah satu anggota SJI Jogja , Heni pemilik jimny long jangkung mengalami trouble kelistrikan. ”Terpaksa baliknya di strap pakai willys.” keluh Heni, sampai di oprek pukul 04.00 dan dibantu Taufiq yang juga mekanik.Tepat pukul 00.00 pergantian tahun di meriahkan dengan penyulutan beberapa kembang api yang dapat memecahkan kesunyian malam diantara beribu pohon karet.

Selanjutnya acara api unggun dan doorprize disemarakkan untuk menyapa keheningan malam dan menghangatkan suasana yang sangat dingin. Rekan-rekan CWC dan IOF Solo diberi keempatan untuk menikmati hidangan ala kadarnya yang telah disediakan. Ada nasi gudeg (makanan khas jogja),ubi bakar, ubi rebus, pisang bakar, dsb. Seusai acara api unggun rekan-rekan dari CWC  mohon undur diri untuk melanjutkan perjalanan ke Sumbing. Juga dari SJI sendiri, Sulis undur diri karena membawa anaknya yang sempat menangis terus menerus. Selanjutnya beberapa rekan SJI mendirikan tenda untuk beristirahat, hingga akhirnya , ZZzZzzzz.....

Setelah diadakan breafing   oleh Lia Mustafa pagi pukul 09.00 rombongan melanjutkan ke rute berikutnya menuju Candi Sukuh. Hamparan pemandangan Jawa Tengah terlihat disepanjang perjalanan. Sawah yang menghijau, sungai deras, ladang kebun, bukit dan gunung semuanya begitu memanjakan mata.  Sungguh kekayaan Tuhan yang tiada tara.

Sekedar melepas lelah dan makan siang, rombongan berhenti di lapangan Sekipan. Sedikit canda ria dan berbagi makan siang bersama dengan anak-anak Sekipan.....itu melunturkan lelah dari setengah perjalanan hari itu.Saat line-up kembali, tiba-tiba yang hampir merengut nyawa terjadi. Jimny tunggangan Satria hampir masuk jurang. Untungnya masih bisa di rescue dengan strap. ”Akhirnya selamat juga tadi benar-benar melewati tikungan yang sangat curam! ” ujar Satria. Kembali melanjutkan perjalanan kami turun melewati jalur wisata pintu dua Grojokan Sewu, Tawang Mangu...Jalan benar-benar padat dan ramai. Untuk naik ke Candi Sukuh tak cukup bermodalkan 4x4, keberanian, kepiawaian dan perhitungan yang matang untuk mengambil jalur menjadi kunci keberhasilan.Jalan berbatu benar-benar butuh nyali yang besar untuk melibas berbagai trek extreme.Trek tanjakan tajam, benar-benar extreme. Hanya satu-persatu agar bisa dilewati dengan lancar. Tiba di atas masih saja trek lumpur menghadang, jalanan yang sangat licin, sampai body jip miring ke kanan mencium batu tebing diketinggian 1000 dpl. Sesampainya di sungai kecil aliran Gunung Lawu jalan menuju sungai tersebut longsor dikarenakan hujan yang menyebabkan banjir dan segala upaya dibuatlah jalur baru agar bisa dilewati. Trek merupakan tontonan yang seru bagi masyarakat setempat. Untuk membuka jalur, Toyota FJ40 tunggangan Mas Agus dan Willys milik Taufiq yang memang sudah berspek kompetisi unjuk gigi. Dengan kemampuan winch dan bantuan masyarakat desa setempat akhirnya bisa dilewati tapi tetap mengandalkan recovery winch. Tepat pukul 18.00 akhirnya semua jip lolos meski ada beberapa yang mengorbankan bumper depan dan belakang. Perjalanan dilanjutkan kembali, malam yang gelap, angin yang menderu menemani kami merayap punggung bukit. Jalanan begitu menanjak dan berkelok menelusuri hutan karet yang mistis dan jurang di kiri-kanan jalan.

Sampai di pelataran Candi Sukuh, kami berhenti sejenak untuk istirahat sambil menikmati teh panas di warung kecil. Kami kembali melanjutkan perjalanan, membelah di pekatnya hutan pinus dan kebun teh. Rombongan depan sempat terhenti karena masih ada beberapa hewan kijang liar di hutan tersebut yang lalu lalang di jalanan.

Akhirnya, rombongan sampai di Puncak Kemuning dengan pemandangan selepas pandang kerlap-kerlip lampu di wilayah Kota Solo diiringi dengan hawa yang amat dingin hingga menusuk tulang. Dari kejauhan Kota Solo terlihat indah. ”Coba sampai sininya pas terang, semuanya pasti kelihatan tuh!” kata Baried, anggota SJI yang sempat menggigil kedinginan. Pukul 23.00 rombongan kembali turun ke bawah. Bukan hal yang mudah, harus ekstra hati-hati, turunan terjal, disertai hujan lebat menjadi menu terakhir kami.

Beberapa kejadian yang tak disangka membuat jadwal menjadi molor. Kelistrikan Escudo milik Lia trouble, sehingga semua lampu mobil mati total, akbitnya menuruni bukit kemuning tanpa penerangan, dibantu Toyota Agus maka  escudopun bisa selamat selamat menuruni curamnya jalanan, pekatnya malam dan jurang disisi kanan.. Juga karburasi yang sempat trouble milik Andi dengan Jimny hijaunya. Untung semua itu masih bisa diatasi, meski Escudo tunggangan Lia harus distrap setiba dijalanan aspal. Sampai di Kota Solo rombongan masih beriringan menuju arah Jogja untuk kembali ke rumah masing-masing, meskipun capek dan perut sudah mulai bernyanyi tidak terasa, yang ada hanyalah terlintas rasa puas yang begitu luar biasa karena touring dapat berjalan lancar meskipun dengan melalui berbagai trek yang extreme yang sempat membuat senam jantung. Semuanya merupakan tantangan bagi kita sebagai offroader. Salam SJI, sampai jumpa di acara berikutnya.

 

====================================================

 

Thanks GOD

Thanks Cartenz – Bp Budi dkk

Thanks CWC / Jeep Program Jakarta – Bp. Gadjah dkk

Thanks CWC Jogja/Semarang – Bp. Ari dkk

Thanks IOF Solo – Bp Agus/Taufik dkk

Thanks IOF Jogja – Bp. Ronny dkk

Thanks SJI Jakarta – Rudy Corsica

Thanks SJI Jogja – bambang –Habil-Andi dkk

Thanks untuk tulisan Satria Jati – anggota termuda dari rombongan SJI  yang masih   berusia 15 tahun

 

Thanks my husband Mustafa Ramadhan  to follow me and my son Armando for ur pray.

 Foto2 lengkap di : http://liamustafa.multiply.com/photos/album/162

Thanks all, Lia Mustafa – editor

 




gsa88 wrote on Jan 5, '09
Foto2nya kurang banyak!
Comment deleted at the request of the author.
liamustafa wrote on Jan 5, '09
jery77 wrote on Jan 5, '09
tgl 23 jan...mo ke uju.kulon mbak ikutan gak...? hehehehe
liamustafa wrote on Jan 5, '09
jery77 said
tgl 23 jan...mo ke uju.kulon mbak ikutan gak...? hehehehe
mantebbb tenan...pengen banget.....wah, refott juga ni cari waktu:) tar yahhh, diliat2...ditimbang2...
richardkurni wrote on Jan 6, '09
kalo nyoba nrobos jalan (yg sudah putus) dari cemorolawang mpe penanjakan rasanya bakal seru deh.. hehehehe
liamustafa wrote on Jan 12, '09
alo nyoba nrobos jalan (yg sudah putus) dari cemorolawang mpe penanjakan rasanya bakal seru deh.. hehehehe
kapan om Richard??? hehehehhe....jadiin dulu fotona diving sesuai rencana....ayooooo, penasaran hasilnya:)
cr4zydre4mer wrote on Jan 24, '09
wah keren....
Add a Comment